Tampilkan postingan dengan label Artikel Ancur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Ancur. Tampilkan semua postingan

Juni 12, 2012

Jomblo itu Banyak Jenisnya

  Hari ini gue lagi bosen banget. Gak ada kerjaan, bingung mo ngapain. Ya udah, gue selancar aja di dunia maya seharian buat ngilangin suntuk. Ee gak taunya nemu artikel yang pas banget sama gue jomblo. Yaudah, gue baca.

Mau tau isinya apa, sook mari ikutan baca.

Jika Anda pernah mengenal istilah Jojoba (jomblo-jomblo bahagia), ternyata dari istilah jomblo alias tidak punya pacar memiliki 9 jenis status jomblo, antara lain :

Jomblo sejati : penganut status ini biasanya murni belum pernah pacaran, belum mengerti soal cinta, karena pikirannya hanya berfokus pada belajar atau karir atau sesuatu di luar cinta, dan bahkan belum pernah menyukai siapapun. Ciri umumnya : berkacamata tebal, penampilan terkadang agak berantakan

Jomblo Biru : biasanya dianut oleh seseorang yang baru resmi putus pacaran, biasanya karena alasan bosan atau lagi kosong. Ciri umumnya : wajah ceria seperti narapidana yang baru bebas, telah menemukan kehidupannya kembali, sering terlihat jalan bersama teman-temannya dan sebagainya.

Jomblo Hunter : status ini biasanya untuk orang yang sudah menikmati status jomblonya, sering ganti pasangan, jomblo lagi dan hunting pasangan baru lagi. Ciri umumnya memiliki bakat seolah-olah menjadi selebriti, rasa percaya diri tinggi, dan sering tebar pesona.

Jomblo Final : status ini untuk jomblowers yang sudah dekat dengan seseorang dan hampir melepas status jomblonya. Ciri umumnya setiap hari tidak lepas dari cermin, rajin merawat wajah dan tubuh, suka baca ramalan bintang, dan suka tersenyum sendiri ketika baca SMS.

Jomblo Minus : status ini untuk yang baru diputusin oleh pasangannya dan berada dalam suasana sedih atau hingga tidak bisa menerima kenyataan akan putus cinta. Ciri umumnya emosional, tidak suka film romantic, dan mood memburuk.

Jomblo Sniper : belum pernah pacaran, namun sudah menyukai seseorang. Sayangnya, belum berani menyatakan cinta kepada orang yang disukainya. Ciri umumnya : kurang percaya diri, sering menyendiri di tempat sepi.

Jomblo Error : belum pernah sukses menjalani pacaran, ketika menyatakan cinta selalu ditolak, dan hampir selalu menyukai seseorang yang sudah memiliki kekasih. Ciri umumnya selalu bersemangat ketika diajak kenalan, dan sudah memburu hasrat untuk bertunangan, menikah dan sebagainya.

Jomblo Impossible : merupakan status untuk seseorang yang tidak mungkin memiliki orang yang disukainya, karena orang yang disukainya adalah artis atau selebriti, pacar konglomerat, istri tetangga, dan sebagainya. Ciri umumnya tampil rapi dan menawan, dan bertingkah seperti layaknya artis.

Jomblo Forever : status ini hanya dikhususkan untuk seseorang yang hanya menunggu dan berharap bisa memiliki pria atau wanita idaman, tanpa usaha yang jelas. Ciri umumnya memiliki poster idola diman-mana dan terlalu terobsesi dengan istilah fans selebriti.

Hmmm, gue jomblo yang mana yaaaa?

Mei 20, 2012

Kesenjangan Sosial di Jejaring Sosial


Garis pemisah di dunia maya begitu jelas terlihat, terbaca dan terasa. Lihat saja dari setiap status yang di update. Ada yang update status melalui iPhone, Android, BlackBerry, ada juga yang hanya update via web dan handphone seluler ataupun smartphone  lainnya.

 Ini kan gak adil. Keliatan banget bedanya antara facebooker yang update status melalui seluler biasa dengan facebooker yang update status melalui gadget berteknologi canggih. Dari status-status inilah tercover mana user yang high class, medium class, dan yang low class.
Gue class yang mana yaaa. . . .???????
Enakkan yang update status melalui “sahabat peterpan Indonesia”, melalui “satu hati yang terdalam”, melalui “pak pos”, melalui “Balckberry punya Ariel Peterpan”, melalui “handphone tetangga”, atau melalui kata-kata apalah.
Gue sih lebih doyan ngebaca yang ginian. Kesannya gimanaaa gitu, lucu aja. Lebih seru buat seru-seruan.
Ini baru namanya, social network  itu buat have-fun bukan pameeerr.
Tapi tetap aja terlihat, mana facebooker yang high-tech dengan yang gaptek, yang bisanya cuma nge-update, nge-like, ngoment, nge-add, konfirmasi, upload. More than it?? No more.
Kalo gue mah, gak gaptek tapi low-tech. Itu tu, low-tech yang sering gue beli di warung sebelah saat breakfast. . . hhahahahaha #garing
Buat yang gaptek bakal jadi wartawan dadakan. Mereka akan lebih sering nge-interview facebooker yang high-tech.
“koq bisa sih update status gituan, ajarin donkk”
“koq bisa sih tulisannya jadi biru-biru, caranya?”
“kog bisa, kog gitu, mauuuu donkk, ajarin donk, caranya?” segelintir pertanyaan ini bakal jadi pertanyaan lumrah. Yang gue sendiri gak tau gimana jawabnya. Pasalnya gue kan low-tech. Hohoho.
Mana  FB suka gonta-ganti tampilan lah. Ini  derita buat facebooker yang selevel sama gue “low-tech”.
Jujur ya, gue bingung sama tampilan FB sekarang. Tampilannya aneh menurut gue. Gue paling senang tampilan FB waktu pertama kali gue punya FB. Nah kalo sekarang? Ngeliatnya aja kagak deman. Apalagi maininnya. Gue jadi bingung mau ngapa-ngapain. Brasa hijrah ke dunia manaa gitu, gak nemuin way out, dan takut kesasar di dunia dalam satu layar (2DSL).
Dulu waktu pertama kali punya FB, kalo ada yang nge-add walopun cuma satu, wahhh girangnya bukan main. Apalagi kalo status gue dilike lebih dari satu jempolers, wahh lompatan gue bisa sama tingginya dengan pohon kelapa.
 Update status? Beeghh, jangan ditanya. Nyaris tiap detik. Mulai dari mata terbuka sampai terpejam. Mulai dari mentari terbit sampe terbenam, trus terbit dan kemudian terbenam lagi. Ya begitulah setiap harinya. Seperti kata pepatah,  tiada hari tanpa facebookan.
Nah kalo sekarang?? Mau yang nge-add ratusan, nge-like puluhan, ngoment satuan,  everything be common. Sekarang gue juga udah jarang update status. Buka FB paling cuma ngecek  notifnya doang, baca bentar, liat profil sendiri  trus log out. Udah gitu aja. Upload foto juga sih, sometime. Hehehe.
Apa situs pertemanan ini sudah mulai membosankan? Huhh, entahlah.  No bodies know and I don’t know but I feel.
*eh,eh. . koq jadi curcol gini yaaa. . . . :))
Kembali ke judul catatan gue mengenai kesenjangan sosial di jejaring sosial.
Gue sebagai user aktif di layanan 0.facebook.com ngerasa tersisih banget dari dunia ini. Tiap kali update status slalu ada embel-embelnya “baru saja melalui 0.facebook.com”.
 Tu kan, ketahuan kalo gue doyan yang gratisan. Kalo do’i tau gue sering update status pake layanan gratis dari operator. Gue kan jadi malu. Lagian sihh, si operator ngasih gratis facebookan pake di uber-uber ke dunia maya. Kalo dalam agama, ini kan namaya ria’.
Padahal sebenarnya, gayanya aja yang gratisan tapi pulsa tetap aja kesedot. Gue pengen complain ama si pemilik operator  tapi itu percuma. Kalo gue cuma berkoar-koar kaya begini, sama aja dengan bohong. Karna aspirasi gue gak bakal didengar yang ada malah diabaikan. Huhh, menyebalkan.
*ha.ha. . gue curhat mulu, ceritanya udah terbang kemana-mana :)) xixixixi
Postingan ini cuma paragraph argumentasi pendek. Gak ada sama sekali maksud untuk menyinggung siapapun. Yang intinya : Kesenjangan sosial itu bukan hanya terjadi di dunia nyata tapi juga sudah merembes ke dunia maya.